KOM 200
Surat-Surat Petrus
v
LB Penulis
Simon Petrus (Simon nama
aslinya, Petrus, atau Kefas
“aram = batu “ nama yang diberikan
Yesus) adalah salah seorang dari dua belas rasul Yesus. Ia adalah seorang
nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin oleh Yesus (Matius
16:18, Yohanes
21:15-16).
Ia dan saudaranya, Andreas adalah
rasul pertama yang dipanggil oleh Yesus. Simon dinamakan sebagai Petrus atau
"batu
karang", yang mengisyaratkan bahwa Yesus
meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus.
Menurut Injil Yohanes Petrus
lahir di Betsaida, Galilea,
dan ayahnya bernama Yohanes ‘ hal ini bisa menunjuk kepada kepemimpinan
yohanes terhadap petrus (Yohanes 1:42)
/ Yunus (Matius 16:17).
Dikisahkan juga bahwa Yesus pernah menyembuhkan ibu mertua Petrus yang berarti
Petrus pernah menikah. Sebelum ia mengikuti Yesus, ia dan saudaranya, Andreas bekerja sebagai penjala ikan
(nelayan).
Kisah Petrus Lebih Banyak di tulis disbanding Murid yg lain
v Mencuci kaki (Yohanes 13:6-9)
v Penangkapan Yesus (Lukas 22:51)
v Petrus menyangkal Yesus ( Matius 26:34 , 69 – 75 )
v Karya setelah penyaliban Yesus ( Kis 2 )
v Dll
Di
kemudian hari Petrus pergi dan tinggal di Roma. Roma kala itu adalah pusat seluruh Kekaisaran Romawi. Di sana, Petrus
mempertobatkan banyak orang. Ketika penganiayaan yang
kejam terhadap orang-orang Kristen dimulai, jemaat di sana memohon pada Petrus untuk
meninggalkan Roma dan menyelamatkan diri.
Konon
menurut tradisi, ia memang sedang dalam perjalanan meninggalkan Roma ketika ia
berjumpa dengan Yesus di tengah jalan. Petrus bertanya kepada-Nya, “Tuhan
hendak ke manakah Engkau pergi?” (dalam bahasa Latin: "Quo Vadis Domine?")
Jawab Yesus, “Aku datang untuk disalibkan kedua kalinya.” Kemudian Petrus
berbalik dan kembali ke Roma. Ia mengerti bahwa penglihatannya berarti bahwa ia
harus menderita dan wafat bagi Yesus.
Menurut tradisi, Petrus wafat dengan cara
disalibkan terbalik di Roma saat
pemerintahan Nero setelah
menolak disalibkan dengan kepala di atas karena ia merasa tidak layak untuk
mati dalam posisi yang sama seperti Yesus.
I PETRUS
Tahun Penulisan: Anatra tahun 60 – 63
Di Tujukan Kepada ; Orang2 Pendatang yang tersebar di daerah
Asia / Propinsi Galatia, yaitu orang Percaya yg menerima Yesus sebagai
Juruslamat.
Latar Belakang.
v
Melalui penyelenggaraan baptisan, mereka telah menerima hati nurani
yang baik dan akan terus memilikinya dengan hidup selaras dengan apa yang
dilambangkan oleh baptisan air. 1Ptr 3:21–4:6, - 2 Pet 1;4
v
Mereka telah menerima kelahiran baru menuju
harapan yang hidup, yang memberi mereka alasan untuk bersukacita. - 1Ptr 1:3 , - 2 Pet
1:3.
v
Mereka adalah pilihan, keimaman kerajaan, bangsa yang kudus,
umat untuk milik yang istimewa”.—1Ptr 2:4-10
– 2 pet 1;10-11
Tujuan Surat 1 Petrus:
1. Memberi kekuatan atau
dorongan kepada orang percaya Yang
sedang Menderita Karena penganiayaan, political dan sosial. Petrus
mengistilahkan penderitaan mereka sebagai “nyala api siksaan” sering
juga disebut dengan babtisan Api. (4:12). Nasihat dan dorongan dan dinyatakan di (5:12) —
orang percaya harus
tetap teguh dalam
anugrah Allah di tengah penderitaan mereka.
2. Mempersiapkan diri akan datangnya
Penganiayaan yang lebih besar 1Pet 1;13-15
a. Mempersiapkan akal budi
b. Waspada dan berharap atas kasih karunia
c. Hidup sbg anak2 taat
d. Tidak Bodoh
e. Menjadi Kudus
3.
Mengajarkan hubungan
dalam hidup berkeluarga, pelayanan, dan masyarakat
b. Tingkah
laku mereka hendaknya menjadi teladan, sehingga dapat membungkam omongan yang
tanpa pengetahuan, yang dilontarkan terhadap mereka. (1Ptr 2:12, 15, 16)
Tujuan Surat 2 Petrus:
1. Membangun orang kudus dalam Kesalehan
*
Orang-orang
Kristen didesak untuk memiliki iman, kebajikan, pengetahuan, pengendalian diri,
ketekunan, pengabdian yang saleh, kasih sayang persaudaraan, dan kasih (2Ptr 1:5-11),
2. Memperingatkan Akan adanya Guru2 Palsu
*
Guru-guru
palsu akan menyusup ke dalam sidang, membawa masuk sekte-sekte yang membinasakan (2:1-3)
*
Orang-orang ini sekarang menjadi lebih
buruk daripada sebelum mereka mengenal Yesus Kristus (2:20-22)
*
Berhati-hatilah terhadap para pengejek pada
hari-hari terakhir yang akan mencemooh berita tentang kehadiran Yesus yang
telah dijanjikan; (3:1-7)
*
Guru-guru
palsu semacam itu memandang hina wewenang, menodai nama baik orang Kristen
dengan tindakan yang keterlaluan dan perbuatan amoral, memikat orang yang
lemah, dan menjanjikan kemerdekaan padahal mereka sendiri adalah budak
kebejatan (2:10-19)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar