Senin, 21 Oktober 2013

Belajar KOM 200 Surat Petrus



KOM 200
Surat-Surat  Petrus
v   LB Penulis

Simon Petrus (Simon nama aslinya, Petrus, atau Kefas  “aram = batu “ nama yang diberikan Yesus) adalah salah seorang dari dua belas rasul Yesus. Ia adalah seorang nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin oleh Yesus (Matius 16:18, Yohanes 21:15-16). Ia dan saudaranya, Andreas adalah rasul pertama yang dipanggil oleh Yesus. Simon dinamakan sebagai Petrus atau "batu karang", yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus.
Menurut Injil Yohanes Petrus lahir di BetsaidaGalilea, dan ayahnya bernama Yohanes  hal ini bisa menunjuk kepada kepemimpinan yohanes terhadap petrus  (Yohanes 1:42) / Yunus (Matius 16:17). Dikisahkan juga bahwa Yesus pernah menyembuhkan ibu mertua Petrus yang berarti Petrus pernah menikah. Sebelum ia mengikuti Yesus, ia dan saudaranya, Andreas bekerja sebagai penjala ikan (nelayan).
Kisah Petrus Lebih Banyak di tulis disbanding Murid yg lain

v Mencuci kaki (Yohanes 13:6-9)

v  Berjalan di atas air (Matius 14:22-32 )
v  Mengakui Yesus sebagai Kristus (Matius 16:16, Markus 8:29, Lukas 9:20)
v  Ikut dalam peristiwa Transfigurasi Kristus ( Mat 17 ;1-5 )

v  Penangkapan Yesus (Lukas 22:51)

v  Petrus menyangkal Yesus ( Matius 26:34 , 69 – 75 )

v  Karya setelah penyaliban Yesus  ( Kis 2 )

v  Dll

Di kemudian hari Petrus pergi dan tinggal di Roma. Roma kala itu adalah pusat seluruh Kekaisaran Romawi. Di sana, Petrus mempertobatkan banyak orang. Ketika penganiayaan yang kejam terhadap orang-orang Kristen dimulai, jemaat di sana memohon pada Petrus untuk meninggalkan Roma dan menyelamatkan diri.
Konon menurut tradisi, ia memang sedang dalam perjalanan meninggalkan Roma ketika ia berjumpa dengan Yesus di tengah jalan. Petrus bertanya kepada-Nya, “Tuhan hendak ke manakah Engkau pergi?” (dalam bahasa Latin: "Quo Vadis Domine?") Jawab Yesus, “Aku datang untuk disalibkan kedua kalinya.” Kemudian Petrus berbalik dan kembali ke Roma. Ia mengerti bahwa penglihatannya berarti bahwa ia harus menderita dan wafat bagi Yesus.
                Menurut tradisi, Petrus wafat dengan cara disalibkan terbalik di Roma saat pemerintahan Nero setelah menolak disalibkan dengan kepala di atas karena ia merasa tidak layak untuk mati dalam posisi yang sama seperti Yesus. 



I PETRUS
Tahun Penulisan: Anatra tahun 60 – 63
Di Tujukan Kepada ; Orang2 Pendatang yang tersebar di daerah Asia / Propinsi Galatia, yaitu orang Percaya yg menerima Yesus sebagai Juruslamat.

Latar Belakang.
v  Melalui penyelenggaraan baptisan, mereka telah menerima hati nurani yang baik dan akan terus memilikinya dengan hidup selaras dengan apa yang dilambangkan oleh baptisan air. 1Ptr 3:21–4:6,  - 2 Pet 1;4
v  Mereka telah menerima kelahiran baru menuju harapan yang hidup, yang memberi mereka alasan untuk bersukacita.  - 1Ptr 1:3 , -  2 Pet 1:3.
v  Mereka telah dibeli dengan darah Kristus yang berharga. (1Ptr 1:18, 19)
v  Mereka adalah pilihan, keimaman kerajaan, bangsa yang kudus, umat untuk milik yang istimewa”.1Ptr 2:4-10    2 pet 1;10-11
v  OMereka juga sedang mengalami cobaan-cobaan hebat. (1Ptr 1:6)
v  Dicela karena nama Kristus. (1Ptr 4:12-14)

Tujuan Surat 1 Petrus:
1.   Memberi kekuatan atau dorongan  kepada orang percaya Yang sedang Menderita Karena penganiayaan, political dan sosial. Petrus mengistilahkan penderitaan mereka sebagai “nyala api siksaan”  sering juga disebut dengan babtisan Api. (4:12).  Nasihat dan dorongan dan dinyatakan di (5:12) — orang percaya harus tetap teguh dalam anugrah Allah di tengah penderitaan mereka.

2.   Mempersiapkan diri akan datangnya Penganiayaan yang lebih besar 1Pet 1;13-15
a. Mempersiapkan akal budi
b. Waspada dan berharap atas kasih karunia
c. Hidup sbg anak2 taat
d. Tidak Bodoh
e. Menjadi Kudus

3.    Mengajarkan hubungan dalam hidup berkeluarga, pelayanan, dan masyarakat
a.    Kristen hendaknya tidak pernah menderita karena melanggar hukum. (1Ptr 4:15-19)
b.    Tingkah laku mereka hendaknya menjadi teladan, sehingga dapat membungkam omongan yang tanpa pengetahuan, yang dilontarkan terhadap mereka. (1Ptr 2:12, 15, 16)
c.     menggunakan organ-organ ucapnya dengan benar, memelihara hati nurani yang baik (1Ptr 3:10-22)
d.    Tetap bebas dari praktek-praktek cemar bangsa-bangsa. (1Ptr 4:1-3) 
e.    Pria-pria yang lebih muda hendaknya tunduk kepada pria-pria tua. (1Ptr 5:1-5)
f.     Mengenakan ikat pinggang kerendahan hati.—1Ptr 4:7-11; 5:5.




Tujuan Surat 2 Petrus:
1.    Membangun orang kudus dalam Kesalehan
*                 Orang-orang Kristen didesak untuk memiliki iman, kebajikan, pengetahuan, pengendalian diri, ketekunan, pengabdian yang saleh, kasih sayang persaudaraan, dan kasih (2Ptr 1:5-11), 
*                 mereka dinasihati untuk memperhatikan ”firman nubuat” yang terilham. (2Ptr 1:16-21) 

2.    Memperingatkan Akan adanya Guru2 Palsu
*                    Guru-guru palsu akan menyusup ke dalam sidang, membawa masuk sekte-sekte yang membinasakan (2:1-3)
*                    Orang-orang ini sekarang menjadi lebih buruk daripada sebelum mereka mengenal Yesus Kristus (2:20-22)
*                    Berhati-hatilah terhadap para pengejek pada hari-hari terakhir yang akan mencemooh berita tentang kehadiran Yesus yang telah dijanjikan; (3:1-7)
*                     Guru-guru palsu semacam itu memandang hina wewenang, menodai nama baik orang Kristen dengan tindakan yang keterlaluan dan perbuatan amoral, memikat orang yang lemah, dan menjanjikan kemerdekaan padahal mereka sendiri adalah budak kebejatan (2:10-19)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar